by : Putu Saddam
Hari sabtu adalah hari yang paling membosankan. Mereka sibuk dengan kegiatannya masih-masih. Hanya aku yang merasa sendirian tanpa ada tujuan. Setiap malam minggu aku terdiam sendiri didepan layar kaca. Benar-benar membosankan. Aku selalu berdoa malam minggu cepat berganti dan berganti hari minggu.
Hari sabtu adalah hari yang paling membosankan. Mereka sibuk dengan kegiatannya masih-masih. Hanya aku yang merasa sendirian tanpa ada tujuan. Setiap malam minggu aku terdiam sendiri didepan layar kaca. Benar-benar membosankan. Aku selalu berdoa malam minggu cepat berganti dan berganti hari minggu.
Sam
kencan dengan kekasihnya. Entah dia pergi kemana. Handphonennya tidak bisa
dihubungi. Selalu seperti itu setiap malam minggu. Mungkin agar tidak ada yang
mengganggu kencannya.
Dani
setiap malam minggu menghilang. Aku tidak tahu dia dimana. Dia pergi tidak
jelas. Setiap ditanya dia selalu menghindar mungkin agar tidak ada yang tahu.
Setiap malam minggu Yogi tak mau diganggu. Dia memilih untuk berlatih drum. Dia tak ingin pergi dari rumahnya. Hanya diam dirumah tanpa memedulikan yang lain.
Aku
bosan berada dirumah terus. Aku jalan-jalan mengelilingi kota semarang dengan
sepeda motorku. aku berhenti di taman KB menyaksikan hiburan live musik. Hari
ini temannya koes plus. Semua lagu koes plus yang pernah nge-hit dinyanyikan
kembali. Sungguh sangat menghibur. Banyak pasangan pemuda-pemudi ikut
menyaksikannya. Mereka juga tak segan-segan ikut bernyanyi. Walaupun vokalisnya
sudah tua tetapi suaranya masih bagus dan enak didengar. Kalau aku lihat
mungkin usianya sudah 40an lebih. Vokalis band tersebut terkadang memberikan
lelucon. Para penonton tertawa mendengarkan leluconnya.
pembawa acara
tersebut menawarkan salah satu penonton untuk naik ke panggung menyanyikan lagu
koes plus. Aku melihat seseorang dara
maju kedepan dan naik kepanggung. Sebelum menyanyi salah satu pembawa
acara mewawancarainya.
“Wah cantik sekali.” Ucapku dalam hati.
“nama kamu siapa?” Tanya salah satu
pembawa acara.
“Lara.” Bagus sekali suaranya pujiku
dalah hati.
“belum nyanyi ja suaranya udah merdu
gimana kalau udah nyanyi?” puji seorang pembawa acara.
“ya pastilah baru ngomong dikit ja sudah
terdengar merdu gitu.”
“Lara, mau bawain tembang pa?”Timpa
pembaca acara yang lain.
“why do you love my”
“wah lagunya sedih banget”
“lagi patah hati ya?”
“kasihan…….”
“ha…ha…ha…” Semua orang tertawa
mendengarkan lelucon yang keluar dari pembawa acara.
Mendengar
lelucon mereka kamu hanya tersenyum manis. Padahal yang laen tertawa
terbahak-bahak. Mereka menertawakanmu.
“sudah siap?” Tanya salah satu pemain
band.
“sudah”
“baiklah mari kita saksikan penampilan
Lara”
Semua
orang tepuk tangan. Ada juga yang bersiul saat kamu mulai menyanyi. Suaramu
begitu merdu sampai-sampai membius para pendengar untuk mendengarkannya dengan
seksama.
The time has come
That we must be apart
The memory is still in
My mind
But you have gone
And you leave me alone
#
Why do you love me
So sweet and tenderly
I do everything
To make you happy
Huu…
But now everything
It’s only a dream
A dream that never comes
I only wait
Till true love will come…
Suara
tepuk tangan semakin keras dan banyak yang memuji suara kamu. Kamu memang hebat
baru pertama tampil langsung menyedot perhatian mereka yang ada disini.
“lo….mau kemana?”
“kesini dulu, buru-buru amat mau pergi”
“bagus nggak suaranya?” Tanya vokalis
band tersebut.
Semua
orang berteriak memuji suaramu. Tak henti-hentinya mereka meneriakan nama kamu.
Mereka ingin mendengarkan suara kamu lagi. Tetapi kamu menolak dan pergi. Kamu
seperti artis dalam semalam. semua orang bergantian mendekati kamu. Mengajakmu
berkenalan dan mengajak tukar nomor
telpon.
Kamu
hanya tersenyum menanggapi mereka. Pujian yang dating kepadamu langsung sirna
berganti dengan olokan. Mungkin menurut mereka kamu terlalu sombong karena
tidak mau diajak berkenalan dan tukar nomor telpon.





0 comments:
Post a Comment