Malam yang indah ditemani cahaya rembulan dengan hiasan kelap-kelip bintang dilangit. Kamu berjanji bertemu dengannya, diempat ini, di taman ini. Kamu melihat jam yang terpasang ditangan kirimu. Waktu menunjukan keterlambatannya. Dia datang dengan nafas tersengah-sengah. Beribu macam alas an keluar dari mulutnya mengiringi kata maaf yang terucap atas keterlambatannya. Kamu memaafkannya dan disusul dengan senyum manismu.
Kamu sangat bahagia saat mendengar kata cinta darinya. Seorang yang sangat kamu cintai dan menginginkannya menjadi kekasihmu, begitu pun dengannya, ingin memilikimu untuk menjadi kekasihnya. Kamu hanya diam membisu menikmati alunan kata yang keluar dari mulutnya. Merasuk ketelinga dan dicerna hati. Alunan kata mesrah dan romantis melambungkan anganmu terbang tinggi. Rasa bahagia meluap membasahi seluruh tubuhmu. Rasa emosional tak bisa kamu tahan. Terlihat kamu tersipu malu saat dia memegang kedua tangamu dan meneruskan kata-katanya. Kata-katanya begitu manis ditelingamu. Dengan ditambahkan kata pengharapan ingin menjadi kekasihmu. Dia mengucapkan janji-janji kepadamu. Pengucapan yang begitu lantang dan tegas untuk menyakinkan hatimu untuknya.
Wajar bila kamu merasakan itu. Semua orang pasti akan merasa bahagia saat mendengar kata cinta dari orang yang mereka cintai. Sebuah syarat pun keluar dari mulutmu. Syarat yang biasanya setiap wanita ucapkan saat menerima pernyataan cinta dari orang yang dicintainya. Syarat ringan dan mudah bila dilakukan dengan rasa cinta yang sebenarnya. Tanpa berfikir panjang dia pun mengiyakan syarat tersebut. Terlihat dari wajahnya rasa percaya diri yang begitu jelas. Tanpa membuang-buang waktu kamu langsung percaya dengan apa yang dia katakan. Sebuah pelukan darinya langsung menyapa rasa percayamu. Lilitan tangannya begitu erat. Kehangatan yang kamu rasakan saat bersentuhan dengan tubuhnya. Rasa dingin yang kamu rasakan malam ini telah tergantikan dengan hangat peluknya.
Kalian duduk dibangku taman, saling berpegangan tangan dan melepaskan canda tawa. Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, sudah waktunya kamu untuk pulang. Dia mengantarmu pulang dengan mobil kesayangannya. Didalam mobil dia masih saja melepaskan gurauan untuk menghiburmu. Kamu tertawa terbahak-bahak mendengarkan gurauannya.
Sesampainya dirumahmu dia mengantarmu kedepan rumah. Sebelum dia pulang sebuah kecupan tepat dikeningmu. Kamu melambaikan tangan senyambut kepergiannya.
Kotak musik
Hari ini adalah hari bahagia. Tanggal tepat menunjukan hari pertama kalian jadian. Kamu menunggu kedatanganya kerumah untuk merayakan hari jadi jadian kalian yang pertama. Kamu mencoba menelponnya tetapi tak diangkat. Rasa cemas datang menghantuimu. waktu terus berputar dia tak tampak juga. Waktu menunjukan pukul 7 malam, ada orang yang mengetuk pintu. Kamu bukakan pintu, kamu melihat seorang yang telah kamu tunggu-tunggu kedatangannya memegang kue ulang tahun. Segala macam rasa yang kamu pendam berkecamuk dalam hati, bercampur menjadi satu.
Air mata mengalir deras membasahi pipimu. Kamu tidak bisa lagi menyembunyikan rasa yang telah berkecamuk dalam hatimu. Dia menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Air mata yang keluar dari matamu tumpah deras membasahi pipimu. Kamu langsung memeluknya dengan rasa sayang dan kangen yang telah kamu pendam dari tadi pagi. Kamu ucapkan terima kasih dengan kata terbatak-batak karena tangismu tadi. Dia menenangkanmu dengan kata-katanya yang begitu romantis. Dia usap air matamu yang telah tertupah. Tampak sebuah senyuman datang menyambutnya. Kamu menggandeng tangannya masuk kedalam rumah, duduk berdua diruang tamu. Dia mengambil kamera digital yang dia bawa. Untuk mengabadikan setiap momen yang kita lewati malam ini.
Pukul 9 tepat dia berpamitan pulang. Sebelum pulang dia memberikanmu sebuah kotak musik. Kamu buka kotak musik tersebut. Terdengar alunan musik dan kamu tempelkan fotomu didalamnya. Dibalik fotomu tertulis kalimat “don’t forget, love you always”. Dia telah membuat air matamu tertumpah lagi dengan segala tingkah lakunya. Kamu langsung memeluknya dengan erat dan mengucapkan terima kasih. Dia membalas pelukanmu dan mengusap bagian belakang kepalamu.
cemburu
Kamu habiskan waktu luangmu bersama teman-temanmu di dalam pusat pembelanjaan ditengah kota. Berjalan mengitari setiap stand yang ada, tampak tidak ada wajah lelah berjalan. Tiap kali kalian berhenti untuk melihat atau memegang salah satu produk tetapi tidak ada yang kalian beli. kalian melanjutkan perjalanan mengitari setiap sudut pusat pembelanjaan tersebut. Kalian berhenti saat melewati stand baju, disana terdapat diskon besar-besaran, kalian langsung tertarik dan menuju kesana memilih-milih baju.
Selesai berbelanja kalian melanjutkan perjalanan kalian ketempat parkir. Salah satu temanmu melihat kekasihmu bersama wanita lain. Amarahmu tak tertahan lagi, kamu mendatanginya dan langsung menamparnya. Setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya tidak kamu hiraukan. setiap penjelaskannya hanya menjadi angin lau bagimu. Amarah telah menguasai hati. Kamu pergi meninggalkannya dengan air mata yang tertumpah. Dia mencoba memegang tanganmu dan mencoba menjelaskan yang terjadi tetapi kamu menolaknya dan meninggalkannya.
Sesampainya kamu dirumah kamu mengunci diri didalam kamar. Dia mencoba menghubungimu tetapi kamu tidak pernah mengangkat telpon darinya. Kamu mengambil kotak musik yang dia berikan kepadamu. Kamu mengambil fotonya dan merobeknya, kotak musik tersebut kamu banting hingga pecah. Dia mecoba mendatangi rumahmu tetapi tidak ada sambutan ramah lagi. Kedua orang tuamu mengusirnya dan cacian datang mengantar kepergiannya meninggalkan rumahmu.
Kamu menceritakan apa yang terjadi kepada orang tuamu. Beliau mengusap air mata yang membasahi pipimu dan memberi nasehat agar kamu tidak merasa sedih lagi dan melupakannya. Kamu memeluk meraka berdua.
kekasihmu tidak pernah menyerah untuk menjelaskan yang sebenarnya kepadamu. Dia selalu mencari kesempatan untuk bisa bertemu denganmu dan menjelaskan yang sebenarnya. Hampir satu minggu dia tidak bertemu denganmu. Rasa rindu telah memenuhi isi hatinya. Dia beranikan diri datang kerumahmu. Dan menjelaskan yang sebenarnya kepada orang tuamu. Dia juga membawa gadis yang bersamanya waktu berada di tempat parkir. Dia menjelaskannya bahwa gadis ini adalah saudaranya tetapi beliau tidak percaya dan mengusir mereka berdua
pengucapan janji setia
hari ini adalah tepat ulang tahunmu. Umurmu sekarang ini genap berusia 23 tahun. Kamu sangat bahagia menyambut ulang tahunmu. orang tuamu memasak makanan enak untuk pesta ulang tahunmu. Pesta kecil-kecilan yang akan dihadiri oleh teman-teman dekatmu. Rasa marah,sedih dan kecewa yang kamu rasakan seakan telah menghilang digantikan rasa bahagia. Tampak dari senyum lebarmu dan canda tawamu.
Tampak ada tamu yang tak diundang datang kepestamu, dia adalah kekasihmu. Kali ini dia tidak datang sendiri, dia datang bersama dengan gadis yang bersamanya waktu diparkiran dan dua orang tua mengikutinya dari belakang. Rasa amarah kembali datang, kamu meluapkan amarahmu kepadanya. kamu memaki-makinya dengan kata-kata yang tak pantas diucapkan oleh seorang wanita. Dia tidak membalas makianmu. Dia mengambil cincin disakunya dan mengatakan ingin melamarmu. Dia juga mengatakan kalau dia datang bersama orang tua dan saudaranya. Sebagai saksi ketulusan cintanya. Air matamu bercucuran mendengar kata-katanya. Rasa marah, senang, kecewa bercampur menjadi satu.
Orang tuamu mendekatimu dan mempertanyakan maksud kedatangannya dengan perasaan marah karena telah membuat anaknya menangis. Dia mengenalkan orang tuanya dengan orang tuamu dan menceritakan semuanya. Kedua orang tuamu orang tuamu telah mengerti dan tidak lagi marah
Kamu menanyakan kesungguhannya. Dia menjawab dengan lantang dan tegas sama seperti nada yang keluar waktu menyatakan cinta kepadamu. Kamu langsung memeluknya dan mengucapkan kata maaf berkali-kali. dia balas memelukmu dan memaafkanmu. Air matanya pun juga mengalir saat dia tahu kamu mau menerima lamarannya.
Lamaran pun dilakukan ditengah-tengah pesta ulang tahunmu. Rasa bahagia tak dapat terbendung lagi. Kamu begitu terharu dengan apa yang dia lakukan. Air matamu menetes saat dia memasukan cincin ke jari manismu.
Malam yang indah ditemani cahaya rembulan dengan hiasan kelap-kelip bintang dilangit. Kamu berjanji bertemu dengannya, diempat ini, di taman ini. Kamu melihat jam yang terpasang ditangan kirimu. Waktu menunjukan keterlambatannya. Dia datang dengan nafas tersengah-sengah. Beribu macam alas an keluar dari mulutnya mengiringi kata maaf yang terucap atas keterlambatannya. Kamu memaafkannya dan disusul dengan senyum manismu.
Kamu sangat bahagia saat mendengar kata cinta darinya. Seorang yang sangat kamu cintai dan menginginkannya menjadi kekasihmu, begitu pun dengannya, ingin memilikimu untuk menjadi kekasihnya. Kamu hanya diam membisu menikmati alunan kata yang keluar dari mulutnya. Merasuk ketelinga dan dicerna hati. Alunan kata mesrah dan romantis melambungkan anganmu terbang tinggi. Rasa bahagia meluap membasahi seluruh tubuhmu. Rasa emosional tak bisa kamu tahan. Terlihat kamu tersipu malu saat dia memegang kedua tangamu dan meneruskan kata-katanya. Kata-katanya begitu manis ditelingamu. Dengan ditambahkan kata pengharapan ingin menjadi kekasihmu. Dia mengucapkan janji-janji kepadamu. Pengucapan yang begitu lantang dan tegas untuk menyakinkan hatimu untuknya.
Wajar bila kamu merasakan itu. Semua orang pasti akan merasa bahagia saat mendengar kata cinta dari orang yang mereka cintai. Sebuah syarat pun keluar dari mulutmu. Syarat yang biasanya setiap wanita ucapkan saat menerima pernyataan cinta dari orang yang dicintainya. Syarat ringan dan mudah bila dilakukan dengan rasa cinta yang sebenarnya. Tanpa berfikir panjang dia pun mengiyakan syarat tersebut. Terlihat dari wajahnya rasa percaya diri yang begitu jelas. Tanpa membuang-buang waktu kamu langsung percaya dengan apa yang dia katakan. Sebuah pelukan darinya langsung menyapa rasa percayamu. Lilitan tangannya begitu erat. Kehangatan yang kamu rasakan saat bersentuhan dengan tubuhnya. Rasa dingin yang kamu rasakan malam ini telah tergantikan dengan hangat peluknya. Kalian duduk dibangku taman, saling berpegangan tangan dan melepaskan canda tawa. Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, sudah waktunya kamu untuk pulang. Dia mengantarmu pulang dengan mobil kesayangannya. Didalam mobil dia masih saja melepaskan gurauan untuk menghiburmu. Kamu tertawa terbahak-bahak mendengarkan gurauannya. Sesampainya dirumahmu dia mengantarmu kedepan rumah. Sebelum dia pulang sebuah kecupan tepat dikeningmu. Kamu melambaikan tangan senyambut kepergiannya. Kotak musik Hari ini adalah hari bahagia. Tanggal tepat menunjukan hari pertama kalian jadian. Kamu menunggu kedatanganya kerumah untuk merayakan hari jadi jadian kalian yang pertama. Kamu mencoba menelponnya tetapi tak diangkat. Rasa cemas datang menghantuimu. waktu terus berputar dia tak tampak juga. Waktu menunjukan pukul 7 malam, ada orang yang mengetuk pintu. Kamu bukakan pintu, kamu melihat seorang yang telah kamu tunggu-tunggu kedatangannya memegang kue ulang tahun. Segala macam rasa yang kamu pendam berkecamuk dalam hati, bercampur menjadi satu. Air mata mengalir deras membasahi pipimu. Kamu tidak bisa lagi menyembunyikan rasa yang telah berkecamuk dalam hatimu. Dia menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Air mata yang keluar dari matamu tumpah deras membasahi pipimu. Kamu langsung memeluknya dengan rasa sayang dan kangen yang telah kamu pendam dari tadi pagi. Kamu ucapkan terima kasih dengan kata terbatak-batak karena tangismu tadi. Dia menenangkanmu dengan kata-katanya yang begitu romantis. Dia usap air matamu yang telah tertupah. Tampak sebuah senyuman datang menyambutnya. Kamu menggandeng tangannya masuk kedalam rumah, duduk berdua diruang tamu. Dia mengambil kamera digital yang dia bawa. Untuk mengabadikan setiap momen yang kita lewati malam ini. Pukul 9 tepat dia berpamitan pulang. Sebelum pulang dia memberikanmu sebuah kotak musik. Kamu buka kotak musik tersebut. Terdengar alunan musik dan kamu tempelkan fotomu didalamnya. Dibalik fotomu tertulis kalimat “don’t forget, love you always”. Dia telah membuat air matamu tertumpah lagi dengan segala tingkah lakunya. Kamu langsung memeluknya dengan erat dan mengucapkan terima kasih. Dia membalas pelukanmu dan mengusap bagian belakang kepalamu. cemburu Kamu habiskan waktu luangmu bersama teman-temanmu di dalam pusat pembelanjaan ditengah kota. Berjalan mengitari setiap stand yang ada, tampak tidak ada wajah lelah berjalan. Tiap kali kalian berhenti untuk melihat atau memegang salah satu produk tetapi tidak ada yang kalian beli. kalian melanjutkan perjalanan mengitari setiap sudut pusat pembelanjaan tersebut. Kalian berhenti saat melewati stand baju, disana terdapat diskon besar-besaran, kalian langsung tertarik dan menuju kesana memilih-milih baju. Selesai berbelanja kalian melanjutkan perjalanan kalian ketempat parkir. Salah satu temanmu melihat kekasihmu bersama wanita lain. Amarahmu tak tertahan lagi, kamu mendatanginya dan langsung menamparnya. Setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya tidak kamu hiraukan. setiap penjelaskannya hanya menjadi angin lau bagimu. Amarah telah menguasai hati. Kamu pergi meninggalkannya dengan air mata yang tertumpah. Dia mencoba memegang tanganmu dan mencoba menjelaskan yang terjadi tetapi kamu menolaknya dan meninggalkannya. Sesampainya kamu dirumah kamu mengunci diri didalam kamar. Dia mencoba menghubungimu tetapi kamu tidak pernah mengangkat telpon darinya. Kamu mengambil kotak musik yang dia berikan kepadamu. Kamu mengambil fotonya dan merobeknya, kotak musik tersebut kamu banting hingga pecah. Dia mecoba mendatangi rumahmu tetapi tidak ada sambutan ramah lagi. Kedua orang tuamu mengusirnya dan cacian datang mengantar kepergiannya meninggalkan rumahmu. Kamu menceritakan apa yang terjadi kepada orang tuamu. Beliau mengusap air mata yang membasahi pipimu dan memberi nasehat agar kamu tidak merasa sedih lagi dan melupakannya. Kamu memeluk meraka berdua. kekasihmu tidak pernah menyerah untuk menjelaskan yang sebenarnya kepadamu. Dia selalu mencari kesempatan untuk bisa bertemu denganmu dan menjelaskan yang sebenarnya. Hampir satu minggu dia tidak bertemu denganmu. Rasa rindu telah memenuhi isi hatinya. Dia beranikan diri datang kerumahmu. Dan menjelaskan yang sebenarnya kepada orang tuamu. Dia juga membawa gadis yang bersamanya waktu berada di tempat parkir. Dia menjelaskannya bahwa gadis ini adalah saudaranya tetapi beliau tidak percaya dan mengusir mereka berdua pengucapan janji setia hari ini adalah tepat ulang tahunmu. Umurmu sekarang ini genap berusia 23 tahun. Kamu sangat bahagia menyambut ulang tahunmu. orang tuamu memasak makanan enak untuk pesta ulang tahunmu. Pesta kecil-kecilan yang akan dihadiri oleh teman-teman dekatmu. Rasa marah,sedih dan kecewa yang kamu rasakan seakan telah menghilang digantikan rasa bahagia. Tampak dari senyum lebarmu dan canda tawamu. Tampak ada tamu yang tak diundang datang kepestamu, dia adalah kekasihmu. Kali ini dia tidak datang sendiri, dia datang bersama dengan gadis yang bersamanya waktu diparkiran dan dua orang tua mengikutinya dari belakang. Rasa amarah kembali datang, kamu meluapkan amarahmu kepadanya. kamu memaki-makinya dengan kata-kata yang tak pantas diucapkan oleh seorang wanita. Dia tidak membalas makianmu. Dia mengambil cincin disakunya dan mengatakan ingin melamarmu. Dia juga mengatakan kalau dia datang bersama orang tua dan saudaranya. Sebagai saksi ketulusan cintanya. Air matamu bercucuran mendengar kata-katanya. Rasa marah, senang, kecewa bercampur menjadi satu. Orang tuamu mendekatimu dan mempertanyakan maksud kedatangannya dengan perasaan marah karena telah membuat anaknya menangis. Dia mengenalkan orang tuanya dengan orang tuamu dan menceritakan semuanya. Kedua orang tuamu orang tuamu telah mengerti dan tidak lagi marah Kamu menanyakan kesungguhannya. Dia menjawab dengan lantang dan tegas sama seperti nada yang keluar waktu menyatakan cinta kepadamu. Kamu langsung memeluknya dan mengucapkan kata maaf berkali-kali. dia balas memelukmu dan memaafkanmu. Air matanya pun juga mengalir saat dia tahu kamu mau menerima lamarannya. Lamaran pun dilakukan ditengah-tengah pesta ulang tahunmu. Rasa bahagia tak dapat terbendung lagi. Kamu begitu terharu dengan apa yang dia lakukan. Air matamu menetes saat dia memasukan cincin ke jari manismu.
putu saddam
March 27, 2012
CB Blogger
Indonesia
Wajar bila kamu merasakan itu. Semua orang pasti akan merasa bahagia saat mendengar kata cinta dari orang yang mereka cintai. Sebuah syarat pun keluar dari mulutmu. Syarat yang biasanya setiap wanita ucapkan saat menerima pernyataan cinta dari orang yang dicintainya. Syarat ringan dan mudah bila dilakukan dengan rasa cinta yang sebenarnya. Tanpa berfikir panjang dia pun mengiyakan syarat tersebut. Terlihat dari wajahnya rasa percaya diri yang begitu jelas. Tanpa membuang-buang waktu kamu langsung percaya dengan apa yang dia katakan. Sebuah pelukan darinya langsung menyapa rasa percayamu. Lilitan tangannya begitu erat. Kehangatan yang kamu rasakan saat bersentuhan dengan tubuhnya. Rasa dingin yang kamu rasakan malam ini telah tergantikan dengan hangat peluknya. Kalian duduk dibangku taman, saling berpegangan tangan dan melepaskan canda tawa. Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, sudah waktunya kamu untuk pulang. Dia mengantarmu pulang dengan mobil kesayangannya. Didalam mobil dia masih saja melepaskan gurauan untuk menghiburmu. Kamu tertawa terbahak-bahak mendengarkan gurauannya. Sesampainya dirumahmu dia mengantarmu kedepan rumah. Sebelum dia pulang sebuah kecupan tepat dikeningmu. Kamu melambaikan tangan senyambut kepergiannya. Kotak musik Hari ini adalah hari bahagia. Tanggal tepat menunjukan hari pertama kalian jadian. Kamu menunggu kedatanganya kerumah untuk merayakan hari jadi jadian kalian yang pertama. Kamu mencoba menelponnya tetapi tak diangkat. Rasa cemas datang menghantuimu. waktu terus berputar dia tak tampak juga. Waktu menunjukan pukul 7 malam, ada orang yang mengetuk pintu. Kamu bukakan pintu, kamu melihat seorang yang telah kamu tunggu-tunggu kedatangannya memegang kue ulang tahun. Segala macam rasa yang kamu pendam berkecamuk dalam hati, bercampur menjadi satu. Air mata mengalir deras membasahi pipimu. Kamu tidak bisa lagi menyembunyikan rasa yang telah berkecamuk dalam hatimu. Dia menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Air mata yang keluar dari matamu tumpah deras membasahi pipimu. Kamu langsung memeluknya dengan rasa sayang dan kangen yang telah kamu pendam dari tadi pagi. Kamu ucapkan terima kasih dengan kata terbatak-batak karena tangismu tadi. Dia menenangkanmu dengan kata-katanya yang begitu romantis. Dia usap air matamu yang telah tertupah. Tampak sebuah senyuman datang menyambutnya. Kamu menggandeng tangannya masuk kedalam rumah, duduk berdua diruang tamu. Dia mengambil kamera digital yang dia bawa. Untuk mengabadikan setiap momen yang kita lewati malam ini. Pukul 9 tepat dia berpamitan pulang. Sebelum pulang dia memberikanmu sebuah kotak musik. Kamu buka kotak musik tersebut. Terdengar alunan musik dan kamu tempelkan fotomu didalamnya. Dibalik fotomu tertulis kalimat “don’t forget, love you always”. Dia telah membuat air matamu tertumpah lagi dengan segala tingkah lakunya. Kamu langsung memeluknya dengan erat dan mengucapkan terima kasih. Dia membalas pelukanmu dan mengusap bagian belakang kepalamu. cemburu Kamu habiskan waktu luangmu bersama teman-temanmu di dalam pusat pembelanjaan ditengah kota. Berjalan mengitari setiap stand yang ada, tampak tidak ada wajah lelah berjalan. Tiap kali kalian berhenti untuk melihat atau memegang salah satu produk tetapi tidak ada yang kalian beli. kalian melanjutkan perjalanan mengitari setiap sudut pusat pembelanjaan tersebut. Kalian berhenti saat melewati stand baju, disana terdapat diskon besar-besaran, kalian langsung tertarik dan menuju kesana memilih-milih baju. Selesai berbelanja kalian melanjutkan perjalanan kalian ketempat parkir. Salah satu temanmu melihat kekasihmu bersama wanita lain. Amarahmu tak tertahan lagi, kamu mendatanginya dan langsung menamparnya. Setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya tidak kamu hiraukan. setiap penjelaskannya hanya menjadi angin lau bagimu. Amarah telah menguasai hati. Kamu pergi meninggalkannya dengan air mata yang tertumpah. Dia mencoba memegang tanganmu dan mencoba menjelaskan yang terjadi tetapi kamu menolaknya dan meninggalkannya. Sesampainya kamu dirumah kamu mengunci diri didalam kamar. Dia mencoba menghubungimu tetapi kamu tidak pernah mengangkat telpon darinya. Kamu mengambil kotak musik yang dia berikan kepadamu. Kamu mengambil fotonya dan merobeknya, kotak musik tersebut kamu banting hingga pecah. Dia mecoba mendatangi rumahmu tetapi tidak ada sambutan ramah lagi. Kedua orang tuamu mengusirnya dan cacian datang mengantar kepergiannya meninggalkan rumahmu. Kamu menceritakan apa yang terjadi kepada orang tuamu. Beliau mengusap air mata yang membasahi pipimu dan memberi nasehat agar kamu tidak merasa sedih lagi dan melupakannya. Kamu memeluk meraka berdua. kekasihmu tidak pernah menyerah untuk menjelaskan yang sebenarnya kepadamu. Dia selalu mencari kesempatan untuk bisa bertemu denganmu dan menjelaskan yang sebenarnya. Hampir satu minggu dia tidak bertemu denganmu. Rasa rindu telah memenuhi isi hatinya. Dia beranikan diri datang kerumahmu. Dan menjelaskan yang sebenarnya kepada orang tuamu. Dia juga membawa gadis yang bersamanya waktu berada di tempat parkir. Dia menjelaskannya bahwa gadis ini adalah saudaranya tetapi beliau tidak percaya dan mengusir mereka berdua pengucapan janji setia hari ini adalah tepat ulang tahunmu. Umurmu sekarang ini genap berusia 23 tahun. Kamu sangat bahagia menyambut ulang tahunmu. orang tuamu memasak makanan enak untuk pesta ulang tahunmu. Pesta kecil-kecilan yang akan dihadiri oleh teman-teman dekatmu. Rasa marah,sedih dan kecewa yang kamu rasakan seakan telah menghilang digantikan rasa bahagia. Tampak dari senyum lebarmu dan canda tawamu. Tampak ada tamu yang tak diundang datang kepestamu, dia adalah kekasihmu. Kali ini dia tidak datang sendiri, dia datang bersama dengan gadis yang bersamanya waktu diparkiran dan dua orang tua mengikutinya dari belakang. Rasa amarah kembali datang, kamu meluapkan amarahmu kepadanya. kamu memaki-makinya dengan kata-kata yang tak pantas diucapkan oleh seorang wanita. Dia tidak membalas makianmu. Dia mengambil cincin disakunya dan mengatakan ingin melamarmu. Dia juga mengatakan kalau dia datang bersama orang tua dan saudaranya. Sebagai saksi ketulusan cintanya. Air matamu bercucuran mendengar kata-katanya. Rasa marah, senang, kecewa bercampur menjadi satu. Orang tuamu mendekatimu dan mempertanyakan maksud kedatangannya dengan perasaan marah karena telah membuat anaknya menangis. Dia mengenalkan orang tuanya dengan orang tuamu dan menceritakan semuanya. Kedua orang tuamu orang tuamu telah mengerti dan tidak lagi marah Kamu menanyakan kesungguhannya. Dia menjawab dengan lantang dan tegas sama seperti nada yang keluar waktu menyatakan cinta kepadamu. Kamu langsung memeluknya dan mengucapkan kata maaf berkali-kali. dia balas memelukmu dan memaafkanmu. Air matanya pun juga mengalir saat dia tahu kamu mau menerima lamarannya. Lamaran pun dilakukan ditengah-tengah pesta ulang
janji
putu saddam
Tuesday, March 27, 2012





0 comments:
Post a Comment