Aku ingat waktu aku bertemu dengan anak kecil di halte bus. Seorang anak laki-laki dengan kaos hitam dan celana panjang berwarna hitam persis seperti dandanan anak punk pinggir jalan dengan kehidupan yang tidak jelas menatapku dengan tajam. kalau dilihat kira-kira usianya tujuh tahun. Anak itu menatapku dengan tajam. aku benar-benar tak mengerti, apa yang difikirkan orang tuanya sampai tega membiarkan anaknya?. anak adalah anugerah tetapi kenapa dibiarkan seperti ini,hidup sendiri tanpa tahu arah tujuannya dan kemana dia harus tinggal?. Dalam hati yang paling dalam aku merasa kasihan dengan anak tersebut. rasanya ingin mengadopsinya dan merawatnya agar bisa menjadi orang yang berguna. tanpa berfikir terlebih dahulu aku langsung melembarkan pertanyaan kepadanya.
"kamu nggak sekolah." ucapku.
"kalau kamu ingin menjadi manusia yang berguna jangan mudah menyerah dalam menghadapi cobaan."
setelah mengatakan beberapa kata anak tersebut langsung pergi meninggalkanku. apa maksud anak tersebut, aku benar-banar tak mengerti. aku melangkahkan kaki mengerjar anak tersebut untuk menanyakan maksudnya tetapi terhalang oleh truk yang melintas didepanku dengan bunyi klaksonnya yang keras.
tiba-tiba saja aku terbangun oleh kerasnya bunyi alarm jam weker. ternyata hanyalah sebuah mimpi. mimpi tadi masih teringat jelas dalam ingatanku. tanda tanya datang saat aku mengingat kata-kata anak tersebut. aku tak mau ambil pusing dengan kata-kata anak dalam mimpi tersebut. aku melangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk menghilangkan rasa ngantuk. mandi dengan air dingin sangat menyenangkan. rasa ngantuk tak lagi terasa dan digantikan oelh dinginnya air. selesai mandi aku lanjutkan kegiatanku selanjutnya yaitu berangkat kuliah.
sesampainya dikampus aku lupa dengan wajah anak yang muncul dimimpiku dan terganti dengan wajah cantik para mahasiswi yang berjalan melintas didepanku. tak bisa dipungkiri lagi wanita memang bisa memberi semangat tetapi juga bisa memberi penyakit saat ditinggalkannya.
aku melihat jam tepat pukul delapan. aku langsung menuju kelas dan aku melihat teman-temanku sedang bercanda gurau. setelah dosen mengampu datang tidak ada gurauan yang keluar dari mulut mereka. seakan-akan mulut mereka telah tikunci dan kuncinya hilang.
perkuliahan hari ini selesai. tetapi tidak bisa membuatku untuk bersantai-santai. banyak tugas yang telah menumpuk menanti untuk dikerjakan satu persatu
Hari ini sungguh tak bisa dimengerti. semua menjadi sangat tak terkendali. pertama aku bermimpi bertemu dengan anak keci dan sekarangditambah dengan banyaknya tugas yang menumpuk ditambah lagi dengan jangak waktu yang diberikan cukuo singkat membuat kepala serasa mau pecah. terlintas dalam otak untuk membakar semua tugas yang telah dibebankan kepadaku, agar menjadi debu yang terbang menghilang tersapu oleh angin.
kepalaku menjadi panas memikirkan hal tersebut. aku menatap keatas langsung lamunanku menarbangkan aku kedunia ygn tidak jelas. dalam lamunanku aku kembali mengingat anak tersebut, anak yang aku temui dalam mimpi dan kata-katanya yang membuat aku bingung.
tiba-tiba saja aku tersadar saat salah satu temanku menyiramkan air mineral kewajahku. tanpa ada rasa berdosa dia hanya mengucapkan maaf dan menertawakanku dengan keras. suara tawanya sangat keras. benar-benar tak terkendali sampai semua orang yang ada disekitarku melihatnya.
selesai tertawa dia mengajakku untuk menyelesaikan tugas yang telah menumpuk. aku menolaknya dengan alasan sedang tak enak badan dan ingin cepat pulang untuk istirahat. dia membiarkanku pergi begitu saja mungkin karena meresa kasihan kepadaku.
sesampainya dirumah aku mulai tersadar dengan kata-kata anak dalam mimpiku. dia memberiku semangat untuk tidak mudah menyerah dalam keadaan apapun. aku menulis kata-katanya dan aku tempelkan ditempat yang bisa aku lihat. seperti di almari kamar dan rak buku.
"kamu nggak sekolah." ucapku.
"kalau kamu ingin menjadi manusia yang berguna jangan mudah menyerah dalam menghadapi cobaan."
setelah mengatakan beberapa kata anak tersebut langsung pergi meninggalkanku. apa maksud anak tersebut, aku benar-banar tak mengerti. aku melangkahkan kaki mengerjar anak tersebut untuk menanyakan maksudnya tetapi terhalang oleh truk yang melintas didepanku dengan bunyi klaksonnya yang keras.
tiba-tiba saja aku terbangun oleh kerasnya bunyi alarm jam weker. ternyata hanyalah sebuah mimpi. mimpi tadi masih teringat jelas dalam ingatanku. tanda tanya datang saat aku mengingat kata-kata anak tersebut. aku tak mau ambil pusing dengan kata-kata anak dalam mimpi tersebut. aku melangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk menghilangkan rasa ngantuk. mandi dengan air dingin sangat menyenangkan. rasa ngantuk tak lagi terasa dan digantikan oelh dinginnya air. selesai mandi aku lanjutkan kegiatanku selanjutnya yaitu berangkat kuliah.
sesampainya dikampus aku lupa dengan wajah anak yang muncul dimimpiku dan terganti dengan wajah cantik para mahasiswi yang berjalan melintas didepanku. tak bisa dipungkiri lagi wanita memang bisa memberi semangat tetapi juga bisa memberi penyakit saat ditinggalkannya.
aku melihat jam tepat pukul delapan. aku langsung menuju kelas dan aku melihat teman-temanku sedang bercanda gurau. setelah dosen mengampu datang tidak ada gurauan yang keluar dari mulut mereka. seakan-akan mulut mereka telah tikunci dan kuncinya hilang.
perkuliahan hari ini selesai. tetapi tidak bisa membuatku untuk bersantai-santai. banyak tugas yang telah menumpuk menanti untuk dikerjakan satu persatu
Hari ini sungguh tak bisa dimengerti. semua menjadi sangat tak terkendali. pertama aku bermimpi bertemu dengan anak keci dan sekarangditambah dengan banyaknya tugas yang menumpuk ditambah lagi dengan jangak waktu yang diberikan cukuo singkat membuat kepala serasa mau pecah. terlintas dalam otak untuk membakar semua tugas yang telah dibebankan kepadaku, agar menjadi debu yang terbang menghilang tersapu oleh angin.
kepalaku menjadi panas memikirkan hal tersebut. aku menatap keatas langsung lamunanku menarbangkan aku kedunia ygn tidak jelas. dalam lamunanku aku kembali mengingat anak tersebut, anak yang aku temui dalam mimpi dan kata-katanya yang membuat aku bingung.
tiba-tiba saja aku tersadar saat salah satu temanku menyiramkan air mineral kewajahku. tanpa ada rasa berdosa dia hanya mengucapkan maaf dan menertawakanku dengan keras. suara tawanya sangat keras. benar-benar tak terkendali sampai semua orang yang ada disekitarku melihatnya.
selesai tertawa dia mengajakku untuk menyelesaikan tugas yang telah menumpuk. aku menolaknya dengan alasan sedang tak enak badan dan ingin cepat pulang untuk istirahat. dia membiarkanku pergi begitu saja mungkin karena meresa kasihan kepadaku.
sesampainya dirumah aku mulai tersadar dengan kata-kata anak dalam mimpiku. dia memberiku semangat untuk tidak mudah menyerah dalam keadaan apapun. aku menulis kata-katanya dan aku tempelkan ditempat yang bisa aku lihat. seperti di almari kamar dan rak buku.





masi ada lanjutannya ga??
ReplyDeleteemmmm..tanpa kita sadarii bnyak orang2 diluar sana yang tetap nbersyukur dengan keadaan yang mereka jalani,.benar2 subhanallh :( terharuu
ReplyDeletemsih da
ReplyDeletetp sbar dl ya lnjtannya msih dlm proses coz ksbukan
he...he....he....
semua kuasa Tuhan g' bsa diukur dngn apa pun tetapi bsa drsakan bla kita mau mngucap syukur
ReplyDelete:-)