Kenyataan Tentangnya

Tuesday, May 15, 2012



Kata orang cinta itu buta, tetapi tidak untuknya. Menurutnya cinta itu sampah. Begitu mudah mengucapkannya tetapi tidak mudah untuk membuktikannya. Telah banyak orang yang mendekatinya tetapi tidak ada yang bisa membuat hatinya menjadi seperti dulu. Hatinya seakan mati saat ditinggal pergi kekasihnya. Seorang kekasih yang tega melakukan hal yang tidak menyenangkan, diperlihatkan didepan matanya saat ia telah memberikan semua dari ujung kaki sampai ujung rambut untuk kekasihnya terdahulu.
 Amarah tak tertahan lagi. Semua langsung diluapkan begitu saja. Isap tangis langsung pecah berbarengan dengan pukulan tangan mungilnya kearah pipi kekasihnya. Segala macam alasan keluar dari mulut kekasihnya untuk meredam amarahnya, tetapi semua tidak berguna, amarah telah menutup telinganya dari semua alasan yang dikeluarkan kekasihnya. Ia meninggalkan kekasihnya dengan berlari menjauh darinya.
Rasa sakit hati yang ia terima tidak mungkin bisa hilang begitu saja karena ia telah terlajur mencintai kekasihnya. Isap tangis menemaninya dalam perjalanan kerumah. Mobil melaju dengan kencang tanpa memperpedulikan pengemudi lain yang ada disekitarnya. Terdengar bunyi handphone diantara  suara mobil dan isap tangisnya. Ia tahu yang menghubunginya lewat handphone adalah kekasihnya, tanpa berfikir panjang ia membuka jendela mobilnya dan langsung membuang hendphonenya. Seketika handphone tersebut hancur berkeping-keping saat bertabrakan dengan aspal jalanan. mobil terus dipacunya sampai akhirnya tiba dirumahnya.
Sesampainya didepan rumah. Suara klakson mobilnya sangat bising merebut perhatian setiap orang yang berada disekitar rumahnya. Pak Din lari dari pos jaganya dan langsung membukakan gerbang rumah. Ia langsung melaju mobilnya sampai menabrak pot bunga yang ditaruh didepan rumah untuk mempercantik rumahnya. Ia keluar dari mobil tanpa memperhatikan kondisi mobil dan pot yang telah dia tabrak.
Ia berlari menuju kamarnya dilantai dua. Langsung dia mengunci pintu kamarnya begitu ia masuk kedalam kamar. Ia mengambil semua barang pemberian kekasihnya dan mengambil foto kekasihnya. Foto yang selalu dia pandang dan dia cium saat merasa rindu ingin bertemu dengan kekasihnya. Semua dimasukan kedalam kardus. kardus tersebut dibawanya kebelakang rumah untuk dibakar. Ia kembali masuk kedalam rumah untuk  mencari minyak tanah dan tong yang telah tak terpakai lagi. Ia terus mencari disetiap sudut rumah tetapi yang dia temukan hanya sebuah kaleng roti yang cukup besar sudah tak terpakai lagi didalam gudang. Ia tak henti berfikir lalu ia menyuruh pak din untuk membeli minyak tanah. Sambil menunggu pak dia dia memasukan semua barang-barang yang telah diberikan kekasihnya kedalam kaleng roti yang dia temukan tadi. Barang pemberian kakasihnya terlalu banyak sampai-sampai kaleng roti tersebut tidak muat. Tak lama kemudian pak din datang membawa derigen minyak tanah. Tanpa menunggu lagi. Derigen yang dibawa pak din langsung dirampasnya dan langsung menuangkan minyak tanah kedalam kareng roti tersebut. Ia masuk kedalam rumah lagi untuk mencari korek api dan pak din hanya diam terpaku meluhat tingkah laku majikannya tersebut. Setelah menemukan korek api, ia keluar rumah dan siap untuk membakar barang-barang yang telah diberikan kekasihnya untuknya. Ia menyulut korek api tersebut, lalu tanpa berfikir panjang dia melempat batang korek api yang telah disulutnya tadi. Api langsung membesar karena banyaknya minyak tanah yang ia siramkan tadi. Rasa panas api seakan tak ia rasakan. Ia mengambil barang-barang yang diberikan kekasihnya tersebut dan melemparnya kedalam api. Seketika barang-barang tersebut langsung terbakar habis. Sekarang yang tersisa hanya foto kekasihnya. Ia menangis melihat foto kekasihnya. Ia sangat sayang dengan kekasihnya tetapi sang kekasih tega melakukan hal yang tidak menyenangkan kepadanya. Setelah cukup lama memandang foto tersebut lalu ia melempar foto tersebut kedalam api yang masih membara. Ia menyaksikan semua barang-barang pemberian kekasihnya habis terbakar dilahat api. Asap hitam melangbung tinggi menyatu dengan gelapnya malam. Setelah api padam dia kembali masuk kedalam rumah dan pak din membersihkan halaman belakang.



May 15, 2012

0 comments:

Post a Comment