Kata orang cinta itu
buta, tetapi tidak untuknya. Menurutnya cinta itu sampah. Begitu mudah
mengucapkannya tetapi tidak mudah untuk membuktikannya. Telah banyak orang yang
mendekatinya tetapi tidak ada yang bisa membuat hatinya menjadi seperti dulu.
Hatinya seakan mati saat ditinggal pergi kekasihnya. Seorang kekasih yang tega
melakukan hal yang tidak menyenangkan, diperlihatkan didepan matanya saat ia
telah memberikan semua dari ujung kaki sampai ujung rambut untuk kekasihnya
terdahulu.
Amarah tak tertahan lagi. Semua langsung
diluapkan begitu saja. Isap tangis langsung pecah berbarengan dengan pukulan
tangan mungilnya kearah pipi kekasihnya. Segala macam alasan keluar dari mulut
kekasihnya untuk meredam amarahnya, tetapi semua tidak berguna, amarah telah
menutup telinganya dari semua alasan yang dikeluarkan kekasihnya. Ia
meninggalkan kekasihnya dengan berlari menjauh darinya.
Rasa sakit hati yang ia
terima tidak mungkin bisa hilang begitu saja karena ia telah terlajur mencintai
kekasihnya. Isap tangis menemaninya dalam perjalanan kerumah. Mobil melaju
dengan kencang tanpa memperpedulikan pengemudi lain yang ada disekitarnya.
Terdengar bunyi handphone diantara suara mobil dan isap tangisnya. Ia
tahu yang menghubunginya lewat handphone adalah kekasihnya, tanpa berfikir
panjang ia membuka jendela mobilnya dan langsung membuang hendphonenya.
Seketika handphone tersebut hancur berkeping-keping saat bertabrakan dengan
aspal jalanan. mobil terus dipacunya sampai akhirnya tiba dirumahnya.
Sesampainya didepan
rumah. Suara klakson mobilnya sangat bising merebut perhatian setiap orang yang
berada disekitar rumahnya. Pak Din lari dari pos jaganya dan langsung
membukakan gerbang rumah. Ia langsung melaju mobilnya
sampai menabrak pot bunga yang ditaruh didepan rumah untuk mempercantik
rumahnya. Ia keluar dari mobil tanpa memperhatikan kondisi mobil dan pot yang
telah dia tabrak.
Ia berlari menuju
kamarnya dilantai dua. Langsung dia mengunci pintu kamarnya begitu ia masuk
kedalam kamar. Ia mengambil semua barang pemberian kekasihnya dan mengambil
foto kekasihnya. Foto yang selalu dia pandang dan dia cium saat merasa rindu
ingin bertemu dengan kekasihnya. Semua dimasukan kedalam kardus. kardus
tersebut dibawanya kebelakang rumah untuk dibakar. Ia kembali masuk kedalam
rumah untuk mencari minyak tanah dan
tong yang telah tak terpakai lagi. Ia terus mencari disetiap sudut rumah tetapi
yang dia temukan hanya sebuah kaleng roti yang cukup besar sudah tak terpakai
lagi didalam gudang. Ia tak henti berfikir lalu ia menyuruh pak din untuk
membeli minyak tanah. Sambil menunggu pak dia dia memasukan semua barang-barang
yang telah diberikan kekasihnya kedalam kaleng roti yang dia temukan tadi.
Barang pemberian kakasihnya terlalu banyak sampai-sampai kaleng roti tersebut
tidak muat. Tak lama kemudian pak din datang membawa derigen minyak tanah.
Tanpa menunggu lagi. Derigen yang dibawa pak din langsung dirampasnya dan
langsung menuangkan minyak tanah kedalam kareng roti tersebut. Ia masuk kedalam
rumah lagi untuk mencari korek api dan pak din hanya diam terpaku meluhat
tingkah laku majikannya tersebut. Setelah menemukan korek api, ia keluar rumah
dan siap untuk membakar barang-barang yang telah diberikan kekasihnya untuknya.
Ia menyulut korek api tersebut, lalu tanpa berfikir panjang dia melempat batang
korek api yang telah disulutnya tadi. Api langsung membesar karena banyaknya
minyak tanah yang ia siramkan tadi. Rasa panas api seakan tak ia rasakan. Ia
mengambil barang-barang yang diberikan kekasihnya tersebut dan melemparnya
kedalam api. Seketika barang-barang tersebut langsung terbakar habis. Sekarang
yang tersisa hanya foto kekasihnya. Ia menangis melihat foto kekasihnya. Ia
sangat sayang dengan kekasihnya tetapi sang kekasih tega melakukan hal yang
tidak menyenangkan kepadanya. Setelah cukup lama memandang foto tersebut lalu
ia melempar foto tersebut kedalam api yang masih membara. Ia menyaksikan semua
barang-barang pemberian kekasihnya habis terbakar dilahat api. Asap hitam
melangbung tinggi menyatu dengan gelapnya malam. Setelah api padam dia kembali
masuk kedalam rumah dan pak din membersihkan halaman belakang.





0 comments:
Post a Comment